Kujejakkan kaki di bumi makmur ini
Mengingatkanku pada tutur sajakmu
Filosofi penuh diksi
Ku telaah hati-hati
Mulai kulangkahkan kaki
Menyusuri kenangan akanmu
Tiap sudutnya..
Tiap serpihannya..
Kau tau, dia punya cerita.
Kuhirup dalam-dalam adiktif ini
Udara kebebasan yang kurindukan...
Yang Membuai hingga lunglai.
Dan Menyihirku untuk tetap tinggal
Aku menemukan tempat ini sebagai rumah
Tempat dimana sanubariku berdetak
Tempatku kembali
Tempatku pulang
Kau kenal dia, jogja.
Rabu, 24 Oktober 2012
ini semua ulahmu!
Hai jalang!
Tak kunjung taukah kamu jika aku membencimu?
Apa masih ambigu?
Tak terlalu kentara, begitu?
Haruskah kujelaskan satu-satu dari sekian yang kau lakukan?
Terlalu rumit,terlalu gamblang
Nanti hati bobrokmu kesakitan.
Tenang, jalang.. Aku masih punya rasa kasihan.
Bawa saja seribu serdadu
Bius aku dalam aroma busukmu
Tak perlu kau sorot aku melalui mata pisaumu.
Aku lelah berada pada perselisihan
Aku lelah pada setiap air mataku yang jadi bahan candaan.
Aku lelah pada setiap diamku yang tak kau hiraukan
Katamu kita teman
Lalu.. Coba jelaskan tentang tertawa diatas penderitaan!
Lalu setiap kesedihanmu, semua orang harus ikut merasakan?
Perlahan kau menjelma layaknya malam memakan petang
Melebur cahaya dalam keremangan
Iya, ulahmu jalang! Sang perusak kebahagiaan
Tak kunjung taukah kamu jika aku membencimu?
Apa masih ambigu?
Tak terlalu kentara, begitu?
Haruskah kujelaskan satu-satu dari sekian yang kau lakukan?
Terlalu rumit,terlalu gamblang
Nanti hati bobrokmu kesakitan.
Tenang, jalang.. Aku masih punya rasa kasihan.
Bawa saja seribu serdadu
Bius aku dalam aroma busukmu
Tak perlu kau sorot aku melalui mata pisaumu.
Aku lelah berada pada perselisihan
Aku lelah pada setiap air mataku yang jadi bahan candaan.
Aku lelah pada setiap diamku yang tak kau hiraukan
Katamu kita teman
Lalu.. Coba jelaskan tentang tertawa diatas penderitaan!
Lalu setiap kesedihanmu, semua orang harus ikut merasakan?
Perlahan kau menjelma layaknya malam memakan petang
Melebur cahaya dalam keremangan
Iya, ulahmu jalang! Sang perusak kebahagiaan
narasi singkat tentang, dia.
Mari bercerita kembali tentang apa yang
sudah kulewati dan belum kuakhiri ini. Setelah lama tersakiti, kau tau apa yang
terjadi?aku menemukan dia. Seseorang yang menyempurnakanku lewat
kesederhanaannya. Jika kau tanya, apa yang ku banggakan dari dia.. Aku akan
bingung menelaahnya.
Kuceritakaan dari awal saja. Dia adalah pria konyol yang menyebalkan,
mulai ujung rambut hingga matakakinya tetap saja ia masih terlihat
kekanak-kanakan. Kita dekat tapi berbatas, dia punya jalan hidupnya, dan aku
juga. Kadang bersilang, lalu lupa pulang.
Kita yang sekarang ini hanya sebuah
kebetulan lewat pesan singkat. Aku dan dia yang kesepian.
Entah sejak kapan aku menyukainya lebih dari
teman, aku belum tau pastinya. Kukira Aku hanya suka caranya menuturkan
ayat-ayat indah alquran. Tapi ternyata, semua lebih dari yang kuketahui, aku
jatuh cinta dan tak ingin kuakhiri.
syair: malangnya indonesiaku
Seantero jagat anggap indonesia acuan
Negeri yang dielu-elukan
Ramah tamah juara bertahan
Pejuang bagai guru pengalaman
Tak luput dari kesalahan
Negeri ini alpa daratan
Tak terima kasih sebagai julukan
Gedongan tapi tingkah laku kampungan
Mana negeri limpah ruah dan kaya
Jika penduduknya tanam dosa
Jika hukum negara koma
Jika para pemimpinnya gila harta
Pemerintah suap janji pada rakyat
Makan gaji buta sungguhlah nikmat
Kebohongan banyak digurat
Orang jujur akhirnya melarat
Kekacauan disana-sini
Para akhwan terduduk rapi
Minum kopi main judi
Anak istri ditinggal pergi
Orang jujur elus dada
Kasian indonesia hidup merana
Bobroknya jadi rahasia
Norma hilang akhirnya
Sabda rasul hidup memang susah
Ditatapkannya berulang dahi pada sajadah
Doanya dirapal sambil tengadah
Apa salahnya Ingin indonesia berubah?
Langganan:
Postingan (Atom)