Hai jalang!
Tak kunjung taukah kamu jika aku
membencimu?
Apa masih ambigu?
Tak terlalu kentara, begitu?
Haruskah kujelaskan satu-satu dari sekian yang kau lakukan?
Terlalu rumit,terlalu gamblang
Nanti hati bobrokmu kesakitan.
Tenang, jalang.. Aku masih punya rasa
kasihan.
Bawa saja seribu serdadu
Bius aku dalam aroma busukmu
Tak perlu kau sorot aku melalui mata
pisaumu.
Aku lelah berada pada perselisihan
Aku
lelah pada setiap air mataku yang jadi bahan candaan.
Aku lelah pada setiap diamku yang tak kau
hiraukan
Katamu kita teman
Lalu.. Coba jelaskan tentang tertawa diatas
penderitaan!
Lalu setiap kesedihanmu, semua orang harus
ikut merasakan?
Perlahan kau menjelma layaknya malam
memakan petang
Melebur cahaya dalam keremangan
Iya, ulahmu jalang! Sang perusak
kebahagiaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar