Tuhan, aku kalah langkah lagi.
Seseorang disana lebih cepat dariku.
Aku sekarang sedang meratapi, terisak, tertatih.
Aku kehilangan sebelum memiliki.
Tuhan, apa engkau masih memilah-milah
seorang terbaik untukku?
Aku selalu dipermainkan.
Aku selalu tak menemukan jalan untuk
tujuanku.
Aku dihukum telak dewa cinta untuk tak
dijinkan memilikinya.
Aku dikurung dalam kesendirian tanpa celah. Tak terjamah.
Selalu buncah karena getaran cinta,
Selalu sabar bergerilya melihat sosoknya,
Selalu menahannya sendiri pada akhirnya,
karena cinta itu tak bertaut diujung sana.
Iya, mungkin belum saatnya engkau menemukan
jalanku dan jalannya, lalu menjadikannya satu
Tapi kapan tuhan?
Aku mulai putus asa, aku
jera oleh harapan yang terlalu mengawang.
Aku terlalu lama hidup
dalam ilusi. Terlalu abu-abu.
Berikan jawabanmu tuhan,
pintaku.



















