Aku sedang termangu
Meratap tiap masalahku..
Dijeratnya nalarku jauh..
Hingga aku lelah
Hingga air mukaku berubah
Ku hembuskan nafas
Tapi tak terasa bebas
Semakin lambat
Semakin berat
Tuhan mengujiku terlalu parah
Tenggelam pada hal yang tak cukup aku mengerti
Terbungkam aku oleh sepi
Narasi tak cukup ungkap arti
Katakan padaku!haruskah ada air mata lagi?
Sabtu, 24 November 2012
cari bahagiamu sendiri!
Kamu itu
masalalu
Kamu jerumuskan aku dalam bimbang
agar aku menimbang-nimbang
Biasakan aku untuk tetap teguh pendirian.
Tenang, aku takkan memilihmu lagi.
Kamu ini aneh!
Tatkala aku coba tahan kamu agar tak lalu
Kamu malah berlari sembari lupakan aku
Tetapi, waktu bergulir.
Aku sudah tak inginkan kamu
Lalu untuk apa kamu berbalik?
Permainkan aku lagi?
Aku bukan wayang yang bisa kamu atur jalan ceritanya.
Bukan mainan yang kamu mainkan kala bosan.
Lupakan aku! Pergi dan cari bahagiamu sendiri.
Tak usah temui aku,
aku ingin bebas tanpa bayangmu.
Kamu jerumuskan aku dalam bimbang
agar aku menimbang-nimbang
Biasakan aku untuk tetap teguh pendirian.
Tenang, aku takkan memilihmu lagi.
Kamu ini aneh!
Tatkala aku coba tahan kamu agar tak lalu
Kamu malah berlari sembari lupakan aku
Tetapi, waktu bergulir.
Aku sudah tak inginkan kamu
Lalu untuk apa kamu berbalik?
Permainkan aku lagi?
Aku bukan wayang yang bisa kamu atur jalan ceritanya.
Bukan mainan yang kamu mainkan kala bosan.
Lupakan aku! Pergi dan cari bahagiamu sendiri.
Tak usah temui aku,
aku ingin bebas tanpa bayangmu.
arti mentari untuk awan :)
Sesapan teh
tak sehangat rengkuhmu.
Nyamanya tak mampu gantikan genggamanmu.
Lelucon manapun takkan tandingi tawaku karenamu
awan yang menghitam tak ubahnya aku
Lalu, dimana mentariku?
Mentariku..
Yang kau rasa..
Adalah dingin kesepian..
Dingin menggigil yang gerogotimu perlahan..
Yang kau lihat kini..
Adalah mendung yang gagal membendung
siap tumpahkan hujannya.
Yang kau dengar..
Adalah alunan musik berbisik
Sayup-sayup kau dengar ia merasuk..
Menyayat rusukmu..
Diantara rintik hujan menyentuh senja
Diantara tanah basah dan cerita sekelilingnya.
Katakan padaku bahwa mentari masih terbit lantas terangi pagi
Berjanjilah bahwa kau,
tak lantas tinggalkan aku lagi
Nyamanya tak mampu gantikan genggamanmu.
Lelucon manapun takkan tandingi tawaku karenamu
awan yang menghitam tak ubahnya aku
Lalu, dimana mentariku?
Mentariku..
Yang kau rasa..
Adalah dingin kesepian..
Dingin menggigil yang gerogotimu perlahan..
Yang kau lihat kini..
Adalah mendung yang gagal membendung
siap tumpahkan hujannya.
Yang kau dengar..
Adalah alunan musik berbisik
Sayup-sayup kau dengar ia merasuk..
Menyayat rusukmu..
Diantara rintik hujan menyentuh senja
Diantara tanah basah dan cerita sekelilingnya.
Katakan padaku bahwa mentari masih terbit lantas terangi pagi
Berjanjilah bahwa kau,
tak lantas tinggalkan aku lagi
Minggu, 04 November 2012
4 nov?hampir lupa..
cuma mau say thanks aja buat yang udah yang ngucapin atau ngasih surprise ini itu wqwq bener-bener gak nyangka bgt huuuuuftttt.
semua barang-barang yang udah kelupa-- dibeliin semua, emang dasarnya pelupa sih guenya *ahelah
makasih alif yang udah ngasih boneka teddy yang unyu maksimal bisa buat anget-anget kalau lagi dingin wqwq :p
makasih iffa, ninda yang berjauhan tapi tetep keep in touch sama temenmu yang menjengkelkan ini :'3
makasih kadonya ya buat semua yang ngado. mama, mas, alif, anak-anak asw, mas tanto dan banyaak! gabisa nyebutin :)) bagus-bagus semua such an amazing birthday I've ever had :)
sekali lagi, selamat ulang tahun! dhea :)Rabu, 24 Oktober 2012
ceritamu, kenanganku
Kujejakkan kaki di bumi makmur ini
Mengingatkanku pada tutur sajakmu
Filosofi penuh diksi
Ku telaah hati-hati
Mulai kulangkahkan kaki
Menyusuri kenangan akanmu
Tiap sudutnya..
Tiap serpihannya..
Kau tau, dia punya cerita.
Kuhirup dalam-dalam adiktif ini
Udara kebebasan yang kurindukan...
Yang Membuai hingga lunglai.
Dan Menyihirku untuk tetap tinggal
Aku menemukan tempat ini sebagai rumah
Tempat dimana sanubariku berdetak
Tempatku kembali
Tempatku pulang
Kau kenal dia, jogja.
Mengingatkanku pada tutur sajakmu
Filosofi penuh diksi
Ku telaah hati-hati
Mulai kulangkahkan kaki
Menyusuri kenangan akanmu
Tiap sudutnya..
Tiap serpihannya..
Kau tau, dia punya cerita.
Kuhirup dalam-dalam adiktif ini
Udara kebebasan yang kurindukan...
Yang Membuai hingga lunglai.
Dan Menyihirku untuk tetap tinggal
Aku menemukan tempat ini sebagai rumah
Tempat dimana sanubariku berdetak
Tempatku kembali
Tempatku pulang
Kau kenal dia, jogja.
ini semua ulahmu!
Hai jalang!
Tak kunjung taukah kamu jika aku membencimu?
Apa masih ambigu?
Tak terlalu kentara, begitu?
Haruskah kujelaskan satu-satu dari sekian yang kau lakukan?
Terlalu rumit,terlalu gamblang
Nanti hati bobrokmu kesakitan.
Tenang, jalang.. Aku masih punya rasa kasihan.
Bawa saja seribu serdadu
Bius aku dalam aroma busukmu
Tak perlu kau sorot aku melalui mata pisaumu.
Aku lelah berada pada perselisihan
Aku lelah pada setiap air mataku yang jadi bahan candaan.
Aku lelah pada setiap diamku yang tak kau hiraukan
Katamu kita teman
Lalu.. Coba jelaskan tentang tertawa diatas penderitaan!
Lalu setiap kesedihanmu, semua orang harus ikut merasakan?
Perlahan kau menjelma layaknya malam memakan petang
Melebur cahaya dalam keremangan
Iya, ulahmu jalang! Sang perusak kebahagiaan
Tak kunjung taukah kamu jika aku membencimu?
Apa masih ambigu?
Tak terlalu kentara, begitu?
Haruskah kujelaskan satu-satu dari sekian yang kau lakukan?
Terlalu rumit,terlalu gamblang
Nanti hati bobrokmu kesakitan.
Tenang, jalang.. Aku masih punya rasa kasihan.
Bawa saja seribu serdadu
Bius aku dalam aroma busukmu
Tak perlu kau sorot aku melalui mata pisaumu.
Aku lelah berada pada perselisihan
Aku lelah pada setiap air mataku yang jadi bahan candaan.
Aku lelah pada setiap diamku yang tak kau hiraukan
Katamu kita teman
Lalu.. Coba jelaskan tentang tertawa diatas penderitaan!
Lalu setiap kesedihanmu, semua orang harus ikut merasakan?
Perlahan kau menjelma layaknya malam memakan petang
Melebur cahaya dalam keremangan
Iya, ulahmu jalang! Sang perusak kebahagiaan
narasi singkat tentang, dia.
Mari bercerita kembali tentang apa yang
sudah kulewati dan belum kuakhiri ini. Setelah lama tersakiti, kau tau apa yang
terjadi?aku menemukan dia. Seseorang yang menyempurnakanku lewat
kesederhanaannya. Jika kau tanya, apa yang ku banggakan dari dia.. Aku akan
bingung menelaahnya.
Kuceritakaan dari awal saja. Dia adalah pria konyol yang menyebalkan,
mulai ujung rambut hingga matakakinya tetap saja ia masih terlihat
kekanak-kanakan. Kita dekat tapi berbatas, dia punya jalan hidupnya, dan aku
juga. Kadang bersilang, lalu lupa pulang.
Kita yang sekarang ini hanya sebuah
kebetulan lewat pesan singkat. Aku dan dia yang kesepian.
Entah sejak kapan aku menyukainya lebih dari
teman, aku belum tau pastinya. Kukira Aku hanya suka caranya menuturkan
ayat-ayat indah alquran. Tapi ternyata, semua lebih dari yang kuketahui, aku
jatuh cinta dan tak ingin kuakhiri.
syair: malangnya indonesiaku
Seantero jagat anggap indonesia acuan
Negeri yang dielu-elukan
Ramah tamah juara bertahan
Pejuang bagai guru pengalaman
Tak luput dari kesalahan
Negeri ini alpa daratan
Tak terima kasih sebagai julukan
Gedongan tapi tingkah laku kampungan
Mana negeri limpah ruah dan kaya
Jika penduduknya tanam dosa
Jika hukum negara koma
Jika para pemimpinnya gila harta
Pemerintah suap janji pada rakyat
Makan gaji buta sungguhlah nikmat
Kebohongan banyak digurat
Orang jujur akhirnya melarat
Kekacauan disana-sini
Para akhwan terduduk rapi
Minum kopi main judi
Anak istri ditinggal pergi
Orang jujur elus dada
Kasian indonesia hidup merana
Bobroknya jadi rahasia
Norma hilang akhirnya
Sabda rasul hidup memang susah
Ditatapkannya berulang dahi pada sajadah
Doanya dirapal sambil tengadah
Apa salahnya Ingin indonesia berubah?
Sabtu, 15 September 2012
pahlawan kesiangan
Kami lakukan semua yang bathil demi yang
menunggu dirumah.
Demi yang berharap kami pulang sia-sia.
Kami disini.
Tidur beralas tanah beratap langit
perut bosan menahan lapar.
Mata lelah berlinang.
Tahukah anda arti keadilan?
Kami Menuntut makna tangan mengepal dan
kaki yang dihentakkan.
Cuap-cuaplah dengan ganas!
Ungkap keparat yang jadi aparat.
Diantara tangan yang sembunyi dibawah meja.
Jadilah pahlawan kesiangan
Diantara puluhan tikus yang menggerogoti
gagahnya sayap garuda.
Deklarasikan kejujuran
Tepuk genderang membahana
Yang bakar semangat pemuda
Lupakan kedip mata.
Abaikan peran tanpa cela.
Untuk yang buta rasa
Untuk yang murka akan harta
kembalikan masa jaya kami
Bagaikan garuda yang bebas terbang
Kami rasakan buncahnya sanjungan
Mencecap manisnya emas
Garuda yang gagah itu
Menjelma buta
Sejak jaman hapuskan usia
Matahari singsingkan cahayanya
Tak terasa
Senja menjelma gelap lalu musnah
Sejak king tak bicara
Anak ajaib itu bela negri kincir angin
Tak ada harapan di masa depan
Ubahnya emas jadi arang
Kicauan itu jadi realita
Lumbung padi susun strategi
Negri sakura perkokoh kekuatan
Tembok cina jadi juara
Tuhan
Kembalikan masa jaya kami
Dimana lagu itu dikumandangkan
Sang saka berkibar disana
Karena hanya dengan ini.
Jasa kami dihargai
Meski kini
Sang garuda hanya berotasi
Berjalan lirih
Tapi pasti
ini tugas bi dan direvisi sedemikian khusus
untuk dhiki dan mimpinya :)
haruskah kusebut namanya?
Sosok yang takkan pernah habis kuulas.
Saat namanya diucap,
Saraf tubuhku tak bekerja normal.
Otakku beku.
Lidahku kelu.
Badanku ngilu
Siluet nyata yang menjeratku lewat tatapannya.
Menjebakku tiap sentuhannya.
Mengguratkan lengkung merona lewat gema
suaranya.
Aku gemar bergerilya memahami lekuk
wajahnya
Tak terlalu sempurna
Tapi keindahanya kentara
Tahukah kamu siapa aku?
Mati rasa yang kamu ajarkan asmara.
Yang kamu tuntun pulang
Lalu menemukan belahan jiwa
Belahan jiwa yang tak pernah absen kurapal
namanya pada tuhan.
Sosok yang menjatuhcintakkanku dengan cara
kelewat sederhana.
Haruskah kusebut namanya?
just sayin'
jadi.. to the point ajadeh. ini kan blog yang buat seru-seruan jadi buat yang pada bilang didunia nyata "banyak banget tulisannya, jadi males baca" yaudah gak usah dibaca, gitu aja repot. gak lo baca ya bukan masalah juga buat gue. gak dikasih uang juga ha ha. dan buat yang udah baca, atau pernah baca, beneran sdeh gue sangat berterimakasih sama kalian yang udah ngepoin blog gue, udah dengan sabar baca blog yang banyak tulisannya dan acak-acakkan gini. massive thank you for all of you guys wqwq.
inget! i write what i want to write not what you want to read.
Jumat, 31 Agustus 2012
antara kamu dan kamu
puisi ini sebenernya gak sengaja kebuat hehe gara-gara ninda yang minta sih.
tapi maaf ya nin ada yang dirubah :')
Aku berdiri menundukan kepala
Berkutat dengan pikiranku sendiri
Diantara kalian yang menyusun puing-puing keberanian
diatas jajaran ketidakpastian.
Berfikir keras hingga tak tertebak air mukanya.
Berdebat dalam diam.
Tak bersuara tetapi
seakan menyiratkan makna.
Dalam, tak terjamah indra.
Hembuskan nafas menderu tak mau kalah
Saling bertatapan. Seakan menegaskan.
Siapa pemilik mutlaknya dan siapa yang tak boleh
menyentuhnya setitikpun.
Tatapan kalian beralih
Terpaku padaku.
Ku hela nafas. Sekali, dua kali.
Berusaha mengangkat kepala
Lalu menunduk.
Menimbang-nimbang,
siapa yang membuat aku tak bisa hidup tanpa kehadirannya?
Yang membuatku menangis lalu memaafkan?
Yang membuatku menahan haru karena rindu?
Yang membuatku tersenyum meski tak ingin?
Aku benci ini.
Terombang-ambing
Antara kamu dan kamu
Ajari aku memilih!
Mana yang iba dan cinta
Mana yang beban dan suka
Dipaksa sedemikianpun, aku hanya dijatah satu.
Satu hati yang akan rela menolak seribu lelaki demi kamu.
Kamu yang kelak kupilih.
dan Maafkan aku.. yang tak terpilih.
Atas ucapan yang kau salah artikan
Atas lara yang kuperbuat, hingga mencabikmu terlalu keji.
Diakhir cerita aku akan keluar dari apa yang kita sebut pilihan.
lalu memilih mana yang diyakini.
menjalaninya tanpa pamrih.
Meninggalkan hal membingungkan dan mulai merasakan... Cinta?
hal yang tak sempat aku katakan
fyi aku sudah biasa mengalami penolakan hanya saja penolakan dari seseorang yang aku anggap dekat membuatnya terasa aneh. harusnya sekarang aku bahagia karena tak ada hal lain lagi yang membuat segalanya rumit. tapi aku tetaplah menusia berhati yang tak seutuhnya bahagia jika ada yang menderita apalagi karenaku.
keputusan sudah dibuat apapun resikonya, aku akan berusaha untuk selalu mempertahankan keputusanku.
keputusan sudah dibuat apapun resikonya, aku akan berusaha untuk selalu mempertahankan keputusanku.
sudah lumayan lama bagi penunggu jawaban untuk was-was. siapa yang kalah atau yang menang hingga akhirnya aku keluar dari belenggu kegalauan. memilih yang pasti setelah menimbang-nimbang sejak lama. meskipun pada akhirnya ada seseorang yang secara terang aku sakiti.
andai kamu membaca ini, ini seluruhnya untukmu. bukan untuk menggarami luka atau mengungkit kita yang hampir jadi masa lalu kini.
andai kamu membaca ini, ini seluruhnya untukmu. bukan untuk menggarami luka atau mengungkit kita yang hampir jadi masa lalu kini.
entah aku saja yang berlebihan atau apa, aku sangat berfikiran jika kamu dulunya pasti ingin kuulas dalam postingan-postingan unyu dan tak penting ini kan?lalu suatu saat nanti aku akan membuat sesuatu posting tentang betapa manisnya kita. sebut saja aku bermimpi. tak masalah.
jika kamu sudah tak sudi menyapaku dalam rangkaian pesan panjang. izinkanlah aku menyalurkannya lewat ini.
seperti spekulasiku, ku kira cinta memang datang karena terbiasa. nyatanya semua tak melulu tentang seberapa kita bersama tetapi tentang seberapa banyak kita melengkapi, mengisi setiap waktu yang dilalui bersama itu.
maaf aku terlalu berkata muluk hingga kamu salah artikan. aku hanya ingin melihat seseorang bahagia karenaku. ternyata aku tak sehebat itu. aku malah melukai seseorang yang pantas dicintai secara lebih, seseorang yang istimewa layaknya kamu.
yang aku tau, ketika bersamamu kadang aku nyaman, kadang aku merasa dingin, kaku tak tertebak. suasana terlalu campur aduk. hingga bingung mendefinisikannya menjadi bahagia atau sedih
ada kata bosan di jeda diam panjang percakapan kita
ada kata memaksa diantara lengkungan senyum yang kamu lihat padaku.
dan yap. aku sudah memilih melepas beban yang sebenarnya sama-sama kita pikul. yang aku yakin kamu juga akan melepasnya.
seandainya aku meneruskan ini, bahagiakah kamu?karena ada jarak panjang antara kita yang tak terpenuhi?bergonta ganti topeng semauku untukmu?kita terlampau tak cocok kurasa.
aku tau, kamu sangat pengertian tentangku, menyruhku melupakanmu dalam sekejap sedangkan kamu?berpura-pura bahagia?
jika aku bahagia. harusnya kamu juga bear. kamu tak selamanya hidup dimasa lalu. tak selamanya harus menyerah melupakan sebelum mencoba. wanita baik untuk lelaki baik kan?berarti aku tak cukup baik untukmu:) percayalah..
terimakasih untuk segala penantian dan sabarmu untukku.
seperti spekulasiku, ku kira cinta memang datang karena terbiasa. nyatanya semua tak melulu tentang seberapa kita bersama tetapi tentang seberapa banyak kita melengkapi, mengisi setiap waktu yang dilalui bersama itu.
maaf aku terlalu berkata muluk hingga kamu salah artikan. aku hanya ingin melihat seseorang bahagia karenaku. ternyata aku tak sehebat itu. aku malah melukai seseorang yang pantas dicintai secara lebih, seseorang yang istimewa layaknya kamu.
yang aku tau, ketika bersamamu kadang aku nyaman, kadang aku merasa dingin, kaku tak tertebak. suasana terlalu campur aduk. hingga bingung mendefinisikannya menjadi bahagia atau sedih
ada kata bosan di jeda diam panjang percakapan kita
ada kata memaksa diantara lengkungan senyum yang kamu lihat padaku.
dan yap. aku sudah memilih melepas beban yang sebenarnya sama-sama kita pikul. yang aku yakin kamu juga akan melepasnya.
seandainya aku meneruskan ini, bahagiakah kamu?karena ada jarak panjang antara kita yang tak terpenuhi?bergonta ganti topeng semauku untukmu?kita terlampau tak cocok kurasa.
aku tau, kamu sangat pengertian tentangku, menyruhku melupakanmu dalam sekejap sedangkan kamu?berpura-pura bahagia?
jika aku bahagia. harusnya kamu juga bear. kamu tak selamanya hidup dimasa lalu. tak selamanya harus menyerah melupakan sebelum mencoba. wanita baik untuk lelaki baik kan?berarti aku tak cukup baik untukmu:) percayalah..
terimakasih untuk segala penantian dan sabarmu untukku.
Sabtu, 11 Agustus 2012
dongeng duka si pengagum rahasia
Sebenarnya aku menulis ini karena kekurangan media untuk di
dongengi.
Masih topik dan alur yang sama. Aku sebagai pengagum
rahasia, dan dia yang sudah memilih tuan putri yang lain -dia juga sepertinya
takkan pernah memilih aku- wanita aneh, yang tak seanggun tuan putrinya kini.
Jangan tanya perasaanku gimana, semua yang merasakannya juga pilu. Untung saja
aku pandai menyembunyikan, tak terlalu kentara jadinya.
Aku takut... Jika saja
dia tau, dan malah merasa terganggu lalu menjauh.. Sungguh aku hanya ingin sama
dipandang olehnya -meski dalam konteks teman- daripada dipandang sebagai
penghancur harinya.
Aku memang terlalu muluk. Berkeinginan bersanding dengannya
Padahal?ya aku sudah tau jawabannya. Tak usah diulang-ulang sampai aku muak.
Entah setan apa yang membuatku menuliskan hal-hal tak
penting dan membingungkan ini. Aku hanya bingung ingin berbagi pada siapa
karena nyatanya, tak ada yang persis mengalami hal ini layaknya aku. Seharusnya
halhal seperti ini tak perlu dipersulit -kata otak-, tapi hati terlalu
berkhianat. Sial.
Bagiku, tak perlu banyak waktu untuk melupakan. Tapi entah
yang ini terlalu mengendap dan berdiam diri lalu mendiami relung hati yang lama tak terisi .
Dan aku mulai bertanya "berapa banyak aku melontar kata
'entah' saat ini" banyak hal yang tak ku ketahui tentang rasaku sendiri,
terlalu absurd?
Jika kamu tau siapa dia, tolong tanyakan ke beberapa wanita.
Apa yang membuat dia banyak di kagumi, dan hingga aku segila ini memuja
sosoknya?dia kharismatik.
Dan untukmu! Tuan putrinya kini, percayalah kamu sangat
beruntung :) dia sepertinya rela berkorban apapun untukmu, aku merasakannya,
karena aku mengerti. Jangan sia-sia kan cintanya yang tulus itu tuan putri...
Sebenarnya aku ingin ditempatmu tapi aku tau aku tak pantas :)
Aku sudah belajar cara membersihkan kerak-kerak kenangan
terbungkus selimut pertemanan itu, aku sudah belajar melepaskan angan yang ku
genggam secara brutal dulu. Mulai mengkosongkan hati dan membiasakan indraku
agar tak segera reflek menoleh dan mengikuti sosokmu melalui ekor mata ketika
melihat kamu lalu.
Aku merubah hati dan arah akhirnya.
Cukup segini saja dongengnya, aku mulai ngilu membacanya.
Akhir kata.
Berbahagialah kalian berdua, aku ikut merasakannya :)
ingat, ini hanya opini kawan!
Selamat malam kawan-kawan, gue disini mau cur...... Oke. Gak
curhat, gajadi-_- mau... Apa ya namanya gue aja bingung. Mau mengemukakan
pendapat ajasih kaya di pasal 28 UUD 1945. Gue lebih memilih nulis posting ini
daripada belajar, setan memang. Topik yang bakal gue usung kali ini adalah
"senioritas" dan "bullying". Sebagai layaknya senior, gue.
Gak terlalu memikirkan tingkah adek kelas -ralat: memikirkan sedikit ajasih-.
Menurut opini gue, -opini gue lohya..... Yang gak setuju ya
sebodo amat itu mah urusan lo- orang yang membully adalah orang yang dulunya
pernah di bully! Semacam balas dendam, meneruskan putaran hidup aja. Seperti
orang yang dulunya menderita sekarang harus bahagia atau sebaliknya. Tapi cara mereka salah
mamen, itu malah keliatan kayak...kurang perhatian, kurang kerjaan, hidupnya tidak lebih indah dari orang yang dibully .
Gue tau rasanya di bully, di labrak meskipun gue cuek
ajasih, gak berniat membalas karena gue tau setiap manusia punya salah, setiap perlakuan ada balesannya. mungkin
kesalahan gue terlalu ngena dihatinya sampe dia berbuat se anarkis itu #eee. Ke-sensitifan orang kan berbeda-beda. tuhan selalu bersama orang yang sabar. oke gak sih?elah-_- abaikan.
Menurut penelitian yang gue bener-bener 'rasa' dan tau.
Mereka yang dendam hidupnya gabakal seratus persen bahagia. Apa enaknya sih
bahagia diatas penderitaan orang?hidupnya gabakal utuh karena dikejar-kejar
karma dan ketakutan yang mereka buat sendiri. Dan yap. Balasan tuhan selalu
ada. Sooner or later. Gamau cerita yang kejadian aslinya gimana sih intinya
sama kayak gitu.
Apa salahnya sih memaafkan orang?masalah lo lupa apa gak
sama kesalahan mereka, itu urusan lo karena emang memori di otak gabisa ke
hapus dengan cara klik delete.
Agama islam juga mengajarkan orang yang marahan cuma boleh
sampe 3 hari kan?
Semua akan berubah indah ketika kalian mulai memaafkan,
percayalah.
Balik lagi ke senioritas. Hei apa yang kalian cari sih
sebenernya?agar di hormati?kalau cara kalian dengan ngebully, yang ada kalian
di takuti, bukan di hormati. adek kelas salah dikit, di bully. kakak kelas salah banyak?diemin aja, takut di bully balik.
Mungkin kalian merasa lebih tinggi dari junior?salah. Yang
kecil belum tentu pengetahuannya juga kecil dan salah. Bukan gue ngebela, gue
netral. ingat, ini cuma opini. Selagi mereka gak ganggu dan ngerugiin kalian,
stay cool mamen. Buat apa sih ngebully?buang-buang tenaga. Kalau kalian merasa
"terganggu" ya jangan dihiraukan, cuek aja. Dia berkata atau bersikap
bukan untuk konsumsi kalian, tapi untuk kemauan dia.
Awal menjadi senior, gue juga sempet berpikiran kayak kalian
"nikmatin masa senioritas dengan melabrak adek kelas". Akhirnya gue
mikir, "eh iya ya, mungkin gue terlalu sensi, masalah kecil aja di
besar-besar in. Gapenting" itu juga menunjukan kalau kita gak dewasa banget. kalau adek kelas keterlaluan ya ingetin, kalau gak bisa, ya biarin. anggep aja mereka buta peraturan dan norma asusila.
Terserah junior melakukan apa, bikin genk, roknya sepaha,
atau kerudungan pake poni. TERSERAH! Asal gak mengganggu ketentraman dunia, ya biarin
aja.
fyi, kalau mau terhindar dari labrakan kakak kelas, kalian masih
dianggap baru, jangan mau eksis2an dulu dan keterlaluan dalam bersikap, belum
waktunya.-pelajaran setelah mos 2tahun yang lalu-
Think twice. Jangan terlalu sensian, jangan terlalu lebay.
Saling menghargai ajasih. Semua bebas beropini.
Apabila ada salah kata, gue minta maaf.
Sekian, gue undur diri. yang tidak setuju dan se-iya silahkan gausah baca ni post :) take it easy dear.
Bye...
see you on next post!
Sabtu, 04 Agustus 2012
ramadhan datang lagi!
haiiiii! ciyee gue balik ciyeee hakhakhak. dari kemaren belom sempet posting yang lain selain puisi galau-_- ya......selain karena memang galau ya karena masih gak ada petualangan seru yang ngocol atau yang menarik buat di posting aja geeetooh #alay.
nah berhubung sekarang udah puasaan. pertama-tama, gue mau ngucapin selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang ngejalanin. kedua, maafin gue ya kalau ada salah kata atau salah tingkah atau salah gaul atau salah apa ajadeh maafin pokokya :')))). ketiga, buat lo lo pada yang menunaikan puasa dan diajak kanan kiri acara buber, siapkan uang banyak, atau pulang duluan biar gak diajak patungan #okesip #setan. keempat, saatnya gue posting apa aja yang terjadi waktu bulan puasa kali ini.
menurut gue, puasaan kali ini berasa bener-bener biasa aja. nothing special. emang sudah biasanya nahan makan dirumah gara-gara gak ada makanan, ya jadilah gue biasa aja waktu puasa-_-
sahur-sekolah-tidur-les-buka-teraweh dan sebagainya. teraweh aja jarang-_-
dan kemaren, gue ditanyain seseorang...
nah berhubung sekarang udah puasaan. pertama-tama, gue mau ngucapin selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang ngejalanin. kedua, maafin gue ya kalau ada salah kata atau salah tingkah atau salah gaul atau salah apa ajadeh maafin pokokya :')))). ketiga, buat lo lo pada yang menunaikan puasa dan diajak kanan kiri acara buber, siapkan uang banyak, atau pulang duluan biar gak diajak patungan #okesip #setan. keempat, saatnya gue posting apa aja yang terjadi waktu bulan puasa kali ini.
menurut gue, puasaan kali ini berasa bener-bener biasa aja. nothing special. emang sudah biasanya nahan makan dirumah gara-gara gak ada makanan, ya jadilah gue biasa aja waktu puasa-_-
sahur-sekolah-tidur-les-buka-teraweh dan sebagainya. teraweh aja jarang-_-
dan kemaren, gue ditanyain seseorang...
ya, memang benar. acara disekolah selain mainan uno, paling ya ceblek nyamuk sampe tangan sakit semua.
puasa membuat manusia-manusia semakin malas, kadang gurunya niat, muridnya males gak ngedengerin pelajaran?buat apa, ya kan?kadang muridnya udah niat, gurunya malah males, ganiat ngajar, muridnya jadi males. ahelaaaaaaah. mending mainan uno ya kan? *inisesat*
taun ini juga adalah ponram terakhir, dan anak-anak udah niat untuk mengabadikan moment-moment yang terakhir dan unyu munyu ini. yang lucu dari ponram sih, cuma saat teraweh aja. karena asal kalian tau, teraweh di spensa ini bener-bener se abad. mungkin setelah teraweh, lo udah mau sidang skripsi, udah gendong anak atau malah udah mau punya cucu (?) karena bener-bener lama. seperti puasa yang menahan hawa nafsu, sholat teraweh kali ini juga menahan nafsu. nafsu untuk kentut, nafsu untuk kabur, untuk kipas-kipas dan nafsu untuk bercanda saking lamanya. akhir kata. inilah beberapa foto ponram terakhir :')
CB tanpa iffa :')
soloist 92 B)
mau buka nih wqwq
see you on next post!
Takkan Hilang
Termenung aku dalam menunggu.
Ditemani hembusan angin menyentuh ujung hidung.
Kamu di sebelahku bisu
Tak melontar ucap
Hanya diam.
Aku rasa derap kakimu menjauh
Berkumpul bersama teman-temanmu
Berjibaku dengan keramaian.
Ah biarkan, apa peduliku, itu urusanmu
Aku lantas urungkan niat untuk menoleh,
Untuk apa?
untuk membiarkanku terlalu kagum akan
sosokmu itu?
Cukup kamu didekatku, rasanya sudah nyaman.
Ada yang berbeda, aku mematung sesaat.
Sosokmu lenyap.
Aku mulai mereka-reka dimana keberadaanmu
Raut khawatir ku gurat sengaja
Ah aku kehilangan sosokmu nyatanya.
Dan tanpa sadar ada yang menyambarku
ah bukan.bukan petir.
seperti sengatan listrik, yang menggelikan tapi kunikmati.
Senyummu! Iya, kamu yang tersenyum.
Mengarah pada...oh tidak, bukan untukku
pasti.
Imajinasiku terlalu tinggi.
Apa alarm pagiku tidak berbunyi?aku terlalu
sibuk bermimpi.
Aku lega.
kamu tak hilang rupanya.
Aku harusnya tak usah cemas.
Meski kamu hilang dalam tatap,
aku bisa pastikan, kamu tak hilang
dalam ingatanku. Doaku. Atau rasaku.
Ingatlah! Aku mengagumimu tanpa putus.
Tak terasa waktu menungguku habis, saatnya
pergi.
Sampai jumpa lagi, kamu.
Jangan lupa tersenyum, itu semangatku.
Sabtu, 21 Juli 2012
Jalan Memilikinya
Tuhan, aku kalah langkah lagi.
Seseorang disana lebih cepat dariku.
Aku sekarang sedang meratapi, terisak, tertatih.
Aku kehilangan sebelum memiliki.
Tuhan, apa engkau masih memilah-milah
seorang terbaik untukku?
Aku selalu dipermainkan.
Aku selalu tak menemukan jalan untuk
tujuanku.
Aku dihukum telak dewa cinta untuk tak
dijinkan memilikinya.
Aku dikurung dalam kesendirian tanpa celah. Tak terjamah.
Selalu buncah karena getaran cinta,
Selalu sabar bergerilya melihat sosoknya,
Selalu menahannya sendiri pada akhirnya,
karena cinta itu tak bertaut diujung sana.
Iya, mungkin belum saatnya engkau menemukan
jalanku dan jalannya, lalu menjadikannya satu
Tapi kapan tuhan?
Aku mulai putus asa, aku
jera oleh harapan yang terlalu mengawang.
Aku terlalu lama hidup
dalam ilusi. Terlalu abu-abu.
Berikan jawabanmu tuhan,
pintaku.
Kamis, 19 Juli 2012
Surat Cinta Untukmu :)
Senyum itu membahana, menjalar
menghangatkan tubuh yang mengigil
Senyum khas berpadu serasi dengan lekuk wajahmu.
Ah seakan-akan lidahku kaku jika mendeskripsikanmu. Sulit dijabarkan.
Terlalu indah. Bagiku, bagi pengagumnya.
Aku sudah buncah saja rupanya. tak perlu berandai-andai.
Jangan harap menyapa, menatap saja, kamu tak sudi.
Namaku saja, terasa awam ditelingamu.
Yah, inilah aku. ada tapi tak terlihat olehmu. kasat mata.
Dekat, tapi seakan-akan aku tak tersentuh. kosong.
Bersuara, tapi tak kamu hiraukan, tak penting.
Setiap namamu dirapal, aku tersenyum.
Aku gemar menggerilya melirik ke arahmu. menatap sosok rupawan itu dari kejauhan.
Entah sedang tersenyum, berlari, atau bersimbah keringat. aku hampir tau semuanya.
Aku juga menjelma menjadi sosok puitis yang hanya bisa
mengutarakan dengan kata-kata ambigu.
Membingungkan.
Yang aku tau, aku hanya mengagumimu. Sudah.
Dan berdoa semoga rasa kagum ini
tak lantas reinkarnasi menjadi obsesi memiliki.
Karena memilikimu itu mustahil.
Kamu terlalu kharismatik untuk wanita sepertiku.
Aku tau.
"Hari ini, kamu manis sekali.
Terimakasih ya. Untuk senyum itu, aku jadi
bersemangat hari ini.
Kita bertemu hampir setiap hari, kamu ingat
tidak?atau pura-pura tidak tau?
Ah itu tidak penting.
jika kamu membaca ini, dan merasa kamu
adalah sosok ini.
Percayalah, aku sangat menganggumimu.
si
pemilik senyum manis yang membuat setiap orang merasa ikut bahagia.
Maaf aku Terlalu jadi pengecut.
Tapi, memang lebih baik seperti ini.
Hanya aku, dan tuhan yang tahu.
Terserah kamu mau menganggapku apa. Aku
juga tidak tau mengapa aku seperti ini.
Tidak usah bertanya!
Aku pasti akan kesulitan menjawabnya."
-from your secret admirer
Langganan:
Postingan (Atom)












