Sabtu, 23 Juni 2012

ajalnya waktu saat bersamamu


Kadang waktu berlalu cepat, tidak peduli apa yang terjadi.
Menghitung kenangan manis yang terjadi.
Mengikuti setiap asa dan doa yang dipanjatkan agar semua tetap sama seperti ini.

Kadang waktu tak pandang bulu, selalu berjalan, padahal ada yang ingin tinggal.
Aku bahagia meletakkan kepalaku dibahumu, menyiumi wangi parfummu, merasakan nyamanya memiliki tempat bersandar.
Menutup mataku, dan tidur.
Jika ini mimpi, aku tak ingin membuka mata sekali lagi, hanya untuk merasakan bahagia ini.
Aku bahagia, ada yang memeluku diam-diam. Meletakanku didadanya. Agar aku merasakan denyut jantungnya.
Aku bahagia, ada yang membelai rambutku halus penuh sayang.
Aku bahagia, saat senyum itu menyambut dan melibas habis penat. Menggantinya dengan semangat.
Entah dengan bagaimana lagi aku mendeskripsikan bahagia.
Bahagia itu denganmu.
Hal-hal kecil yang kita lakukan bersama, membuatnya semakin nyata.

Kadang waktu terlalu pandai berganti.
Sampai aku tak sadar seberapa banyak aku telah terjatuh kedalam buaian romansa cinta.
Sampai aku lupa rasanya sakit untuk sementara.
Sampai aku bingung membedakan cinta dan obsesi memiliki.

Dan pada akhirnya, dentang genta pengingat telah dibunyikan.
Takdir telah mengetuk palu untuk menghakimi.
Tak ada kita lagi. Hanya aku dan kamu.
Dan jalan hidupnya masing-masing.
Semua memiliki akhir.
Untuk sekali lagi aku diajari rasa sakit.
Untuk sekali lagi aku diajari untuk bangun sendiri.
Untuk sekali lagi, aku diajari untuk mereka-reka arti kebahagiaan lagi.
Dan ini akhirnya.
Waktu telah berujung pada jalan yang putus.
Mengubur segala asa dan doa menjadi debu.
Mengubur segala kenangan, agar bisa meneruskan jalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar