Kadang
waktu berlalu cepat, tidak peduli apa yang terjadi.
Menghitung
kenangan manis yang terjadi.
Mengikuti
setiap asa dan doa yang dipanjatkan agar semua tetap sama seperti ini.
Kadang
waktu tak pandang bulu, selalu berjalan, padahal ada yang ingin tinggal.
Aku bahagia
meletakkan kepalaku dibahumu, menyiumi wangi parfummu, merasakan nyamanya
memiliki tempat bersandar.
Menutup
mataku, dan tidur.
Jika ini
mimpi, aku tak ingin membuka mata sekali lagi, hanya untuk merasakan bahagia
ini.
Aku
bahagia, ada yang memeluku diam-diam. Meletakanku didadanya. Agar aku merasakan
denyut jantungnya.
Aku
bahagia, ada yang membelai rambutku halus penuh sayang.
Aku
bahagia, saat senyum itu menyambut dan melibas habis penat. Menggantinya dengan
semangat.
Entah
dengan bagaimana lagi aku mendeskripsikan bahagia.
Bahagia itu
denganmu.
Hal-hal
kecil yang kita lakukan bersama, membuatnya semakin nyata.
Kadang
waktu terlalu pandai berganti.
Sampai aku
tak sadar seberapa banyak aku telah terjatuh kedalam buaian romansa cinta.
Sampai aku
lupa rasanya sakit untuk sementara.
Sampai aku
bingung membedakan cinta dan obsesi memiliki.
Dan pada
akhirnya, dentang genta pengingat telah dibunyikan.
Takdir
telah mengetuk palu untuk menghakimi.
Tak ada
kita lagi. Hanya aku dan kamu.
Dan jalan
hidupnya masing-masing.
Semua
memiliki akhir.
Untuk
sekali lagi aku diajari rasa sakit.
Untuk
sekali lagi aku diajari untuk bangun sendiri.
Untuk
sekali lagi, aku diajari untuk mereka-reka arti kebahagiaan lagi.
Dan ini
akhirnya.
Waktu telah
berujung pada jalan yang putus.
Mengubur
segala asa dan doa menjadi debu.
Mengubur
segala kenangan, agar bisa meneruskan jalan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar