puisi ini sebenernya gak sengaja kebuat hehe gara-gara ninda yang minta sih.
tapi maaf ya nin ada yang dirubah :')
Aku berdiri menundukan kepala
Berkutat dengan pikiranku sendiri
Diantara kalian yang menyusun puing-puing keberanian
diatas jajaran ketidakpastian.
Berfikir keras hingga tak tertebak air mukanya.
Berdebat dalam diam.
Tak bersuara tetapi
seakan menyiratkan makna.
Dalam, tak terjamah indra.
Hembuskan nafas menderu tak mau kalah
Saling bertatapan. Seakan menegaskan.
Siapa pemilik mutlaknya dan siapa yang tak boleh
menyentuhnya setitikpun.
Tatapan kalian beralih
Terpaku padaku.
Ku hela nafas. Sekali, dua kali.
Berusaha mengangkat kepala
Lalu menunduk.
Menimbang-nimbang,
siapa yang membuat aku tak bisa hidup tanpa kehadirannya?
Yang membuatku menangis lalu memaafkan?
Yang membuatku menahan haru karena rindu?
Yang membuatku tersenyum meski tak ingin?
Aku benci ini.
Terombang-ambing
Antara kamu dan kamu
Ajari aku memilih!
Mana yang iba dan cinta
Mana yang beban dan suka
Dipaksa sedemikianpun, aku hanya dijatah satu.
Satu hati yang akan rela menolak seribu lelaki demi kamu.
Kamu yang kelak kupilih.
dan Maafkan aku.. yang tak terpilih.
Atas ucapan yang kau salah artikan
Atas lara yang kuperbuat, hingga mencabikmu terlalu keji.
Diakhir cerita aku akan keluar dari apa yang kita sebut pilihan.
lalu memilih mana yang diyakini.
menjalaninya tanpa pamrih.
Meninggalkan hal membingungkan dan mulai merasakan... Cinta?
puisinya asik say :*
BalasHapuswkwkwkkwkwk