Selamat malam kawan-kawan, gue disini mau cur...... Oke. Gak
curhat, gajadi-_- mau... Apa ya namanya gue aja bingung. Mau mengemukakan
pendapat ajasih kaya di pasal 28 UUD 1945. Gue lebih memilih nulis posting ini
daripada belajar, setan memang. Topik yang bakal gue usung kali ini adalah
"senioritas" dan "bullying". Sebagai layaknya senior, gue.
Gak terlalu memikirkan tingkah adek kelas -ralat: memikirkan sedikit ajasih-.
Menurut opini gue, -opini gue lohya..... Yang gak setuju ya
sebodo amat itu mah urusan lo- orang yang membully adalah orang yang dulunya
pernah di bully! Semacam balas dendam, meneruskan putaran hidup aja. Seperti
orang yang dulunya menderita sekarang harus bahagia atau sebaliknya. Tapi cara mereka salah
mamen, itu malah keliatan kayak...kurang perhatian, kurang kerjaan, hidupnya tidak lebih indah dari orang yang dibully .
Gue tau rasanya di bully, di labrak meskipun gue cuek
ajasih, gak berniat membalas karena gue tau setiap manusia punya salah, setiap perlakuan ada balesannya. mungkin
kesalahan gue terlalu ngena dihatinya sampe dia berbuat se anarkis itu #eee. Ke-sensitifan orang kan berbeda-beda. tuhan selalu bersama orang yang sabar. oke gak sih?elah-_- abaikan.
Menurut penelitian yang gue bener-bener 'rasa' dan tau.
Mereka yang dendam hidupnya gabakal seratus persen bahagia. Apa enaknya sih
bahagia diatas penderitaan orang?hidupnya gabakal utuh karena dikejar-kejar
karma dan ketakutan yang mereka buat sendiri. Dan yap. Balasan tuhan selalu
ada. Sooner or later. Gamau cerita yang kejadian aslinya gimana sih intinya
sama kayak gitu.
Apa salahnya sih memaafkan orang?masalah lo lupa apa gak
sama kesalahan mereka, itu urusan lo karena emang memori di otak gabisa ke
hapus dengan cara klik delete.
Agama islam juga mengajarkan orang yang marahan cuma boleh
sampe 3 hari kan?
Semua akan berubah indah ketika kalian mulai memaafkan,
percayalah.
Balik lagi ke senioritas. Hei apa yang kalian cari sih
sebenernya?agar di hormati?kalau cara kalian dengan ngebully, yang ada kalian
di takuti, bukan di hormati. adek kelas salah dikit, di bully. kakak kelas salah banyak?diemin aja, takut di bully balik.
Mungkin kalian merasa lebih tinggi dari junior?salah. Yang
kecil belum tentu pengetahuannya juga kecil dan salah. Bukan gue ngebela, gue
netral. ingat, ini cuma opini. Selagi mereka gak ganggu dan ngerugiin kalian,
stay cool mamen. Buat apa sih ngebully?buang-buang tenaga. Kalau kalian merasa
"terganggu" ya jangan dihiraukan, cuek aja. Dia berkata atau bersikap
bukan untuk konsumsi kalian, tapi untuk kemauan dia.
Awal menjadi senior, gue juga sempet berpikiran kayak kalian
"nikmatin masa senioritas dengan melabrak adek kelas". Akhirnya gue
mikir, "eh iya ya, mungkin gue terlalu sensi, masalah kecil aja di
besar-besar in. Gapenting" itu juga menunjukan kalau kita gak dewasa banget. kalau adek kelas keterlaluan ya ingetin, kalau gak bisa, ya biarin. anggep aja mereka buta peraturan dan norma asusila.
Terserah junior melakukan apa, bikin genk, roknya sepaha,
atau kerudungan pake poni. TERSERAH! Asal gak mengganggu ketentraman dunia, ya biarin
aja.
fyi, kalau mau terhindar dari labrakan kakak kelas, kalian masih
dianggap baru, jangan mau eksis2an dulu dan keterlaluan dalam bersikap, belum
waktunya.-pelajaran setelah mos 2tahun yang lalu-
Think twice. Jangan terlalu sensian, jangan terlalu lebay.
Saling menghargai ajasih. Semua bebas beropini.
Apabila ada salah kata, gue minta maaf.
Sekian, gue undur diri. yang tidak setuju dan se-iya silahkan gausah baca ni post :) take it easy dear.
Bye...
see you on next post!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar