Termenung aku dalam menunggu.
Ditemani hembusan angin menyentuh ujung hidung.
Kamu di sebelahku bisu
Tak melontar ucap
Hanya diam.
Aku rasa derap kakimu menjauh
Berkumpul bersama teman-temanmu
Berjibaku dengan keramaian.
Ah biarkan, apa peduliku, itu urusanmu
Aku lantas urungkan niat untuk menoleh,
Untuk apa?
untuk membiarkanku terlalu kagum akan
sosokmu itu?
Cukup kamu didekatku, rasanya sudah nyaman.
Ada yang berbeda, aku mematung sesaat.
Sosokmu lenyap.
Aku mulai mereka-reka dimana keberadaanmu
Raut khawatir ku gurat sengaja
Ah aku kehilangan sosokmu nyatanya.
Dan tanpa sadar ada yang menyambarku
ah bukan.bukan petir.
seperti sengatan listrik, yang menggelikan tapi kunikmati.
Senyummu! Iya, kamu yang tersenyum.
Mengarah pada...oh tidak, bukan untukku
pasti.
Imajinasiku terlalu tinggi.
Apa alarm pagiku tidak berbunyi?aku terlalu
sibuk bermimpi.
Aku lega.
kamu tak hilang rupanya.
Aku harusnya tak usah cemas.
Meski kamu hilang dalam tatap,
aku bisa pastikan, kamu tak hilang
dalam ingatanku. Doaku. Atau rasaku.
Ingatlah! Aku mengagumimu tanpa putus.
Tak terasa waktu menungguku habis, saatnya
pergi.
Sampai jumpa lagi, kamu.
Jangan lupa tersenyum, itu semangatku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar